Postingan

Sejuta Cerita di Kota Malang

Gambar
Sayup mataku perlahan terbuka ketika laju kereta yang ku tumpangi berjalan melambat. Terdengar jelas suara Adzan subuh yang belum pernah kudengar sebelumnya mengiringi langkah kakiku untuk keluar kereta. Sungguh pagi yang indah, sampai ditempat yang baru disambut lengkungan suara memuja Sang Maha Agung. Dimana semua makhluk, pepohonan, semut, singa, bahkan daun yang jatuh ditengah belantara rimba akan seraya memuja Sang Penciptanya. Pukul 04.03 pagi, suasana di Stasiun Malang tengah ramai, mengangkut dan menurunkan penumpang. Bis rombonganku terparkir tak jauh dari gerbang stasiun, kami pun segera menuju salah satu hotel di Malang, perjalanan dari stasiun ke Hotel Gets kira-kira 15 menit. Sedikit cerita dari sejarah kota Malang, dahulu kota ini memiliki semboyan “Malang Nominor, Sursum Moveor” yang artinya Malang Namaku, Maju Tujuanku. Simbol kota malang yaitu Singa. Inilah mengapa Klup Sepakbola terkenal, Arema Malang memiliki julukan “Singo Edan”. Pada tahun 1964 semboyan Kota M...

tentang hujan

Gambar
Ia tak pernah menyalahkan hujan. Walau dia pernah terluka karenanya. Baginya, hujan selalu indah. Gadis itu sungguh tak ingin semuanya terulang, betapa waktu telah membawanya untuk memiliki memori indah saat Menengah Pertama. Bukankah waktu bergulir terlalu cepat? Tidak. Bagi gadis itu, waktu selalu tepat. Hanya kita yang tidak pernah menyadari sejauh apa kita melangkah. Tanpa atau dengan guyuran hujan. Tentang hujan di Menengah Pertama. Ia adalah bahagia. Ada hal yang membuatnya semangat pergi ke sekolah waktu itu. Ada seseorang yang membuatnya berdebar saat berpapasan. Kakak kelas. Seorang laki-laki pendiam yang cukup populer. Entah cinta atau hanya sekedar kagum, waktu itu si gadis memberanikan diri untuk mengirim pesan singkat untuk kakak kelasnya. Singkat cerita, mereka menjalin kedekatan di masa Menengah Pertama. Saling menunggu ketika jam sekolah berakhir, menunggu dalam diam. Hujan selalu mengiringi setiap apa yang ia rasakan. Waktu itu habis jam seko...

Perjalanan (belum selesai)

Hari ini Jogja hujan lebat. Mendamaikan hati siapapun yang melihatnya. Kantorku yang berada di lantai 2 tampak sepi karna sebagian karyawan banyak yang sedang keluar. Dan aku hanya memandangi guyuran air langit yang masih setia memberikan kesejukan untuk dedaunan.  Seperti yang telah ku tuliskan di satu judul blogku. Makna sesungguhnya dari perjalanan. Perjalanan yang teramaaat jauh. Perjalanan yang PASTI akan kita lalui. Dilalui dengan siapa? Hanya seorang diri. Dilembab dan gelapnya kubur, dan teriknya mahsyar. Kali ini aku mau menceritakan sedikit tentang gejolak hati yang aku sendiri bingung mengartikannya. Semua ini berawal dari niatku untuk sedikit meracuni otak dan hatiku dengan bacaan yang sedikit berbau Islam. Ya masak segede gini buku yang paling banyak dibeli masih novel. Dan dari situlah aku berkali-kali “ditampar” oleh sebuah buku. Entah apa yang membuat tanganku mengarahkan buku bercover merah. Mungkin karena warnanya menarik perhatianku. Bergambar po...

Incredible Journey

Ini adalah salah satu lagu penghantar tidurku selain lagu-lagu Secondhand Serenade dan The Call nya Regina Spektor. Mungkin sudah selera musikku menyukai lagu-lagu yang penyanyinya tidak begitu familiar dikalangan anak muda. Incredible Journey sendiri memiliki arti yang sangat menyentuh hatiku. Sebuah perjalanan panjang, yang kebetulan akhir-akhir ini ada sebuah buku yang menamparku sekaligus mengingatkanku tentang sebuah arti perjalanan. Perjalanan yang sesungguhnya. Entah apa itu, mungkin besok lusa aku akan menceritakannya di satu judul di blogku. Sedikit cerita awal dari aku mengenal lagu ini, yaitu menjadi salah satu soundtrack iklan susu friso. Saat itu aku langsung searching judul lagu backsound iklan Friso. Sepertinya aku selalu jatuh cinta dengan lagu sejak pertama kali mendengarnya yaa hehe. Tapi tentu saat itu aku tidak menemukan judul bahkan penyanyinya di Google. Mungkin masih baru kali yah. Bukankan menemukan sesuatu yang istimewa itu harus memalui jalan yang ist...